‹
MND2

2. Guhaṭṭhakasuttaniddesa

2. Penjelasan Sutta Guhaṭṭhaka

Mahāniddesa · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

mnd2:12.1 Apakah yang dimaksud dengan keterasingan batin?

mnd2:12.2 Bagi seseorang yang telah mencapai jhāna pertama, batinnya terasing dari rintangan-rintangan (nīvaraṇa).

mnd2:12.3 Bagi seseorang yang telah mencapai jhāna kedua, batinnya terasing dari pemikiran dan penilaian (vitakka-vicāra).

mnd2:12.4 Bagi seseorang yang telah mencapai jhāna ketiga, batinnya terasing dari kegembiraan (pīti).

mnd2:12.5 Bagi seseorang yang telah mencapai jhāna keempat, batinnya terasing dari suka dan duka.

mnd2:12.6 Bagi seorang yang telah mencapai landasan ruang tanpa batas, pikiran menjadi terlepas dari persepsi bentuk, persepsi rintangan, dan persepsi keberagaman.

mnd2:12.7 Bagi seorang yang telah mencapai landasan kesadaran tanpa batas, pikiran menjadi terlepas dari persepsi landasan ruang tanpa batas.

mnd2:12.8 Bagi seorang yang telah mencapai landasan kekosongan, pikiran menjadi terlepas dari persepsi landasan kesadaran tanpa batas.

mnd2:12.9 Bagi seorang yang telah mencapai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, pikiran menjadi terlepas dari persepsi landasan kekosongan.

mnd2:12.10 Bagi seorang pemasuk arus, pikiran menjadi terlepas dari pandangan identitas, keragu-raguan, genggaman pada sila dan praktik, kecenderungan tersembunyi pada pandangan, kecenderungan tersembunyi pada keragu-raguan, serta bersama dengan kekotoran yang menyertainya.

mnd2:12.11 Bagi seorang yang kembali sekali, pikiran menjadi terlepas dari belenggu nafsu indria yang kasar, belenggu keengganan yang kasar, kecenderungan tersembunyi pada nafsu indria yang kasar, kecenderungan tersembunyi pada keengganan yang kasar, serta bersama dengan kekotoran yang menyertainya.

mnd2:12.12 Bagi seorang yang tidak kembali, pikiran menjadi terlepas dari belenggu nafsu indria yang halus, belenggu keengganan yang halus, kecenderungan tersembunyi pada nafsu indria yang halus, kecenderungan tersembunyi pada keengganan yang halus, serta bersama dengan kekotoran yang menyertainya.

mnd2:12.13 Bagi seorang yang telah mencapai kesucian, pikiran menjadi terlepas dari nafsu terhadap bentuk dan tanpa bentuk, kesombongan, kegelisahan, ketidaktahuan, kecenderungan tersembunyi pada kesombongan, kecenderungan tersembunyi pada nafsu terhadap kelahiran kembali, kecenderungan tersembunyi pada ketidaktahuan, bersama dengan kekotoran yang menyertainya, serta terlepas dari semua tanda eksternal.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI