mnd1:50.1 **Bahaya-bahaya**—dalam pengertian apakah disebut bahaya-bahaya?
mnd1:50.2 Mereka menguasai, itulah sebabnya disebut bahaya-bahaya; mereka mengarah pada kemunduran, itulah sebabnya disebut bahaya-bahaya; mereka menjadi tempat bersandar di sana, itulah sebabnya disebut bahaya-bahaya.
mnd1:50.3 Bagaimana mereka menguasai, sehingga disebut bahaya-bahaya?
mnd1:50.4 Bahaya-bahaya itu menguasai orang itu, menekan, menaklukkan, meliputi, menghabiskan, dan meremukkan.
mnd1:50.5 Demikianlah mereka menguasai, itulah sebabnya disebut bahaya-bahaya.
mnd1:50.6 Bagaimana mereka mengarah pada kemunduran, sehingga disebut bahaya-bahaya?
mnd1:50.7 Bahaya-bahaya itu mengarah pada rintangan dan kemunduran kualitas-kualitas bermanfaat.
mnd1:50.8 Kualitas-kualitas bermanfaat apakah itu?
mnd1:50.9 Yaitu praktik yang benar, praktik yang selaras, praktik yang tidak berlawanan, praktik yang tidak bermusuhan, praktik yang sesuai dengan tujuan, praktik yang sesuai dengan Dhamma;
mnd1:50.10 pemenuhan dalam moralitas, menjaga pintu-pintu indra, mengetahui ukuran dalam makanan;
mnd1:50.11 pengabdian pada ketekunan, perhatian penuh, dan kewaspadaan penuh;
mnd1:50.12 pengabdian pada pengembangan empat penegakan perhatian, pengabdian pada pengembangan empat usaha benar, pengabdian pada pengembangan empat landasan kekuatan batin;
mnd1:50.13 pengabdian pada pengembangan lima indra, pengabdian pada pengembangan lima kekuatan;
mnd1:50.14 pengabdian pada pengembangan tujuh faktor pencerahan;
mnd1:50.15 pengabdian pada pengembangan Jalan Mulia Berunsur Delapan—
mnd1:50.16 terhadap kualitas-kualitas bermanfaat inilah mereka mengarah pada rintangan dan kemunduran.
mnd1:50.17 Demikianlah mereka mengarah pada kemunduran, itulah sebabnya disebut—
mnd1:50.18 bahaya-bahaya.