mnd1:4.1 Selanjutnya, ada keinginan-indrawi masa lampau, keinginan-indrawi masa depan, dan keinginan-indrawi masa kini;
mnd1:4.2 keinginan-indrawi internal, keinginan-indrawi eksternal, dan keinginan-indrawi internal-eksternal;
mnd1:4.3 keinginan-indrawi rendah, keinginan-indrawi menengah, dan keinginan-indrawi tinggi;
mnd1:4.4 keinginan-indrawi alam sengsara, keinginan-indrawi alam manusia, dan keinginan-indrawi alam dewa;
mnd1:4.5 keinginan-indrawi yang telah hadir, keinginan-indrawi yang diciptakan, keinginan-indrawi yang tidak diciptakan, dan keinginan-indrawi yang diciptakan oleh dewa lain;
mnd1:4.6 keinginan-indrawi yang dimiliki, keinginan-indrawi yang tidak dimiliki, keinginan-indrawi yang dilekati sebagai milikku, dan keinginan-indrawi yang tidak dilekati sebagai milikku;
mnd1:4.7 Semua fenomena alam indria, semua fenomena alam bentuk, semua fenomena alam tanpa bentuk, yang berakar pada nafsu keinginan, berlandaskan nafsu keinginan, adalah 'kāma' dalam arti yang menggoda, dalam arti yang memikat, dalam arti yang memabukkan—
mnd1:4.8 inilah yang disebut kāmā sebagai objek (vatthukāmā).