<b>Bhikkhuno vijigucchato</b>ti.
<b>Bagi seorang bhikkhu yang merasa jijik</b>artinya.
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
<b>Bhikkhuno vijigucchato</b>ti.
<b>Bagi seorang bhikkhu yang merasa jijik</b>artinya.
<b>Bhikkhuno</b>ti puthujjanakalyāṇassa vā bhikkhuno sekkhassa vā bhikkhuno.
<b>Bagi seorang bhikkhu</b>artinya bagi seorang yang baik dari kalangan duniawi, atau bagi seorang bhikkhu yang sedang berlatih.
<b>Vijigucchato</b>ti jātiyā vijigucchato, jarāya … byādhinā … maraṇena … sokehi … paridevehi … dukkhehi … domanassehi … upāyāsehi vijigucchato, nerayikena dukkhena … tiracchānayonikena dukkhena … pettivisayikena dukkhena … mānusikena dukkhena … gabbhokkantimūlakena dukkhena … gabbhaṭṭhitimūlakena dukkhena … gabbhavuṭṭhānamūlakena dukkhena … jātassūpanibandhakena dukkhena … jātassa parādheyyakena dukkhena … attūpakkamena dukkhena … parūpakkamena dukkhena … dukkhadukkhena … saṅkhāradukkhena … vipariṇāmadukkhena … cakkhurogena dukkhena … sotarogena dukkhena … ghānarogena dukkhena … jivhārogena dukkhena … kāyarogena dukkhena … sīsarogena dukkhena … kaṇṇarogena dukkhena … mukharogena dukkhena … dantarogena dukkhena … kāsena … sāsena … pināsena … ḍāhena … jarena … kucchirogena … mucchāya … pakkhandikāya … sūlāya … visūcikāya … kuṭṭhena … gaṇḍena … kilāsena … sosena … apamārena … dadduyā … kaṇḍuyā … kacchuyā … rakhasāya … vitacchikāya … lohitena … pittena … madhumehena … aṁsāya … piḷakāya … bhagandalāya … pittasamuṭṭhānena ābādhena … semhasamuṭṭhānena ābādhena … vātasamuṭṭhānena ābādhena … sannipātikena ābādhena … utupariṇāmajena ābādhena … visamaparihārajena ābādhena … opakkamikena ābādhena … kammavipākajena ābādhena … sītena … uṇhena … jighacchāya … pipāsāya … uccārena … passāvena … ḍaṁsamakasavātātapasarīsapasamphassena dukkhena … mātumaraṇena dukkhena … pitumaraṇena dukkhena … bhātumaraṇena … bhaginimaraṇena … puttamaraṇena … dhītumaraṇena … ñātibyasanena … bhogabyasanena … rogabyasanena … sīlabyasanena … diṭṭhibyasanena dukkhena vijigucchato aṭṭīyato harāyato jigucchatoti—
<b>Bagi yang jijik</b>—jijik terhadap kelahiran, jijik terhadap penuaan, terhadap penyakit, terhadap kematian, terhadap kesedihan, terhadap ratapan, terhadap penderitaan, terhadap kesedihan batin, terhadap keputusasaan, jijik terhadap penderitaan alam neraka, terhadap penderitaan alam binatang, terhadap penderitaan alam setan, terhadap penderitaan alam manusia, terhadap penderitaan yang berakar pada masuknya ke kandungan, terhadap penderitaan yang berakar pada keberadaan dalam kandungan, terhadap penderitaan yang berakar pada keluarnya dari kandungan, terhadap penderitaan yang melekat pada yang telah dilahirkan, terhadap penderitaan yang dialami oleh yang telah dilahirkan karena ketergantungan pada orang lain, terhadap penderitaan yang ditimbulkan oleh diri sendiri, terhadap penderitaan yang ditimbulkan oleh orang lain, terhadap penderitaan sebagai penderitaan, terhadap penderitaan karena bentukan-bentukan, terhadap penderitaan karena perubahan, terhadap penderitaan karena penyakit mata, terhadap penderitaan karena penyakit telinga, terhadap penderitaan karena penyakit hidung, terhadap penderitaan karena penyakit lidah, terhadap penderitaan karena penyakit tubuh, terhadap penderitaan karena penyakit kepala, terhadap penderitaan karena penyakit telinga, terhadap penderitaan karena penyakit mulut, terhadap penderitaan karena penyakit gigi, terhadap batuk, terhadap asma, terhadap pilek, terhadap demam, terhadap penuaan, terhadap sakit perut, terhadap pingsan, terhadap diare, terhadap sakit menusuk, terhadap kolera, terhadap kusta, terhadap bisul, terhadap kurap, terhadap konsumsi, terhadap epilepsi, terhadap ruam kulit, terhadap gatal, terhadap kudis, terhadap penyakit kulit, terhadap panu, terhadap darah, terhadap empedu, terhadap diabetes, terhadap wasir, terhadap bisul, terhadap fistula, terhadap penyakit yang berasal dari empedu, terhadap penyakit yang berasal dari lendir, terhadap penyakit yang berasal dari angin, terhadap penyakit yang berasal dari campuran, terhadap penyakit yang berasal dari perubahan musim, terhadap penyakit yang berasal dari perawatan yang tidak seimbang, terhadap penyakit yang berasal dari serangan luar, terhadap penyakit yang berasal dari akibat karma, terhadap dingin, terhadap panas, terhadap lapar, terhadap haus, terhadap buang air besar, terhadap buang air kecil, terhadap penderitaan karena sentuhan lalat, nyamuk, angin, panas, dan reptil, terhadap penderitaan karena kematian ibu, terhadap penderitaan karena kematian ayah, terhadap penderitaan karena kematian saudara laki-laki, terhadap penderitaan karena kematian saudara perempuan, terhadap penderitaan karena kematian anak laki-laki, terhadap penderitaan karena kematian anak perempuan, terhadap penderitaan karena kemalangan kerabat, terhadap penderitaan karena kemalangan harta benda, terhadap penderitaan karena kemalangan penyakit, terhadap penderitaan karena kemalangan moralitas, terhadap penderitaan karena kemalangan pandangan—jijik, merasa muak, merasa malu, merasa jijik—
bhikkhuno vijigucchato.
bagi seorang bhikkhu yang jijik.