Kathaṁ bhagavā adutiyaṭṭhena eko?
Bagaimanakah Sang Bhagavā disebut sendirian dalam arti tanpa pendamping?
16. Penjelasan Sutta Sāriputta
Kathaṁ bhagavā adutiyaṭṭhena eko?
Bagaimanakah Sang Bhagavā disebut sendirian dalam arti tanpa pendamping?
So evaṁ pabbajito samāno eko araññavanapatthāni pantāni senāsanāni paṭisevati appasaddāni appanigghosāni vijanavātāni manussarāhasseyyakāni paṭisallānasāruppāni.
Setelah meninggalkan keduniawian, ia menikmati tempat-tempat tinggal terpencil di hutan dan belantara, yang sepi, sunyi, tanpa suara bising, terpencil dari keramaian, cocok untuk bertapa menyendiri.
So eko carati, eko gacchati, eko tiṭṭhati, eko nisīdati, eko seyyaṁ kappeti, eko gāmaṁ piṇḍāya pavisati, eko paṭikkamati, eko raho nisīdati, eko caṅkamaṁ adhiṭṭhāti, eko carati viharati iriyati vattati pāleti yapeti yāpeti—
Ia berjalan sendirian, pergi sendirian, berdiri sendirian, duduk sendirian, berbaring sendirian, memasuki desa untuk berpindapatta sendirian, kembali sendirian, duduk sendirian di tempat sunyi, berjalan mondar-mandir sendirian, berjalan sendirian, berdiam sendirian, bergerak sendirian, menjalani sendirian, melindungi sendirian, mempertahankan hidup sendirian—
evaṁ bhagavā adutiyaṭṭhena eko.
demikianlah Sang Bhagavā disebut sendirian dalam arti tanpa pendamping.