mnd16:287.1 **Bhagavā** adalah sebutan yang penuh hormat.
mnd16:287.2 Selain itu, karena nafsu telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena kebencian telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena delusi telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena kesombongan telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena pandangan salah telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena duri telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena kekotoran batin telah dihancurkan maka ia disebut Bhagavā; karena ia telah membagi, menguraikan, dan mengajarkan permata Dhamma maka ia disebut Bhagavā; karena ia telah mengakhiri kelahiran kembali (bhava) maka ia disebut Bhagavā; karena ia telah mengembangkan jasmani, mengembangkan moralitas, mengembangkan pikiran, dan mengembangkan kebijaksanaan maka ia disebut Bhagavā; karena ia telah menikmati hutan-hutan, belantara, tempat tinggal yang terpencil, yang sepi, yang hening, yang terasing dari keramaian, yang cocok untuk meditasi maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati rasa kebebasan, rasa Dhamma, rasa pembebasan, moralitas yang lebih tinggi, pikiran yang lebih tinggi, dan kebijaksanaan yang lebih tinggi maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati empat jhāna, empat pencapaian tanpa batas, dan empat pencapaian tanpa bentuk maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati delapan pembebasan, delapan landasan penaklukan, dan sembilan pencapaian bertahap maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati sepuluh pengembangan persepsi, sepuluh pencapaian kasiṇa, konsentrasi perhatian pada napas, dan pencapaian pada objek yang tidak menarik maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indria, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan maka ia disebut Bhagavā; karena ia menikmati sepuluh kekuatan Tathāgata, empat keberanian, empat analisis, enam pengetahuan langsung, dan enam kualitas Buddha maka ia disebut Bhagavā. “Bhagavā” ini bukanlah nama yang diberikan oleh ibu, bukan oleh ayah, bukan oleh saudara laki-laki, bukan oleh saudara perempuan, bukan oleh teman dan sahabat, bukan oleh kerabat, bukan oleh para petapa dan brahmana, bukan oleh para dewa;
mnd16:287.3 ini adalah sebutan akhir yang disahkan oleh para Buddha yang Bhagavā, bersama dengan perolehan pengetahuan segala sesuatu di akar pohon Bodhi, yaitu sebutan “Bhagavā”.
mnd16:287.4 Dengan pikiran yang terpusat, ia menghalau kegelapan—demikianlah Sang Bhagavā.