mnd16:150.1 <b>Bagi yang merasa jijik, inilah kenyamanan</b>—demikianlah.
mnd16:150.2 <b>Bagi yang merasa jijik</b>—bagi yang merasa jijik terhadap kelahiran, terhadap penuaan, terhadap penyakit, terhadap kematian, terhadap kesedihan, terhadap ratapan, terhadap penderitaan, terhadap kesedihan batin, terhadap keputusasaan, ...
mnd16:150.3 ... terhadap penderitaan akibat kehancuran pandangan—bagi yang merasa jijik, yang merasa terganggu, yang merasa muak—
mnd16:150.4 demikianlah bagi yang merasa jijik.
mnd16:150.5 <b>Inilah kenyamanan</b>—kenyamanan berdiam yang akan Kuajarkan.
mnd16:150.6 Apakah yang dimaksud dengan kediaman yang nyaman?
mnd16:150.7 Yaitu praktik yang benar, praktik yang selaras, praktik yang tidak berlawanan, praktik yang tidak bertentangan, praktik yang sesuai dengan tujuan, praktik yang sesuai dengan Dhamma, kesempurnaan dalam moralitas, penjagaan pintu-pintu indra, mengetahui ukuran dalam makanan, tekun dalam berjaga, kesadaran penuh dan kewaspadaan, empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indra, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, Jalan Mulia Berunsur Delapan, serta Nibbāna dan jalan menuju Nibbāna—
mnd16:150.8 inilah yang disebut kediaman yang nyaman—
mnd16:150.9 bagi seorang yang merasa jijik [terhadap kekotoran], inilah yang nyaman.