<b>Pacchā te māhu kiñcanan</b>ti.
<b>Jangan biarkan apa pun ada padamu di masa depan</b> artinya: masa depan disebut yang belum datang.
15. Penjelasan Sutta Attadaṇḍa
<b>Pacchā te māhu kiñcanan</b>ti.
<b>Jangan biarkan apa pun ada padamu di masa depan</b> artinya: masa depan disebut yang belum datang.
Pacchā vuccati anāgataṁ.
Sehubungan dengan bentukan-bentukan masa depan, apa pun yang mungkin muncul—kekotoran nafsu, kekotoran kebencian, kekotoran delusi, kekotoran kesombongan, kekotoran pandangan salah, kekotoran batin, kekotoran perbuatan buruk—kekotoran-kekotoran ini jangan sampai ada padamu, jangan engkau lakukan, jangan engkau timbulkan, jangan engkau bangkitkan, jangan engkau ciptakan, jangan engkau hasilkan; tinggalkan, lenyapkan, akhiri, bawa menuju ketiadaan—
Anāgate saṅkhāre ārabbha yāni uppajjeyyuṁ rāgakiñcanaṁ dosakiñcanaṁ mohakiñcanaṁ mānakiñcanaṁ diṭṭhikiñcanaṁ kilesakiñcanaṁ duccaritakiñcanaṁ, imāni kiñcanāni tuyhaṁ mā ahu mā akāsi mā janesi mā sañjanesi mā nibbattesi mā abhinibbattesi pajaha vinodehi byantiṁ karohi anabhāvaṁ gamehīti—
Mengenai bentukan-bentukan kehendak di masa depan, apa pun yang mungkin muncul—kemelekatan pada nafsu, kemelekatan pada kebencian, kemelekatan pada delusi, kemelekatan pada kesombongan, kemelekatan pada pandangan, kemelekatan pada kekotoran batin, kemelekatan pada perbuatan buruk—semua kemelekatan ini janganlah ada padamu, janganlah engkau lakukan, janganlah engkau timbulkan, janganlah engkau bangkitkan, janganlah engkau ciptakan, janganlah engkau hasilkan. Lepaskanlah, lenyapkanlah, hentikanlah, dan musnahkanlah semuanya itu.
pacchā te māhu kiñcanaṁ.
Janganlah ada bagimu sesuatu pun di belakang hari nanti.