<b>Na hi santo paṭiseniṁ karontī</b>ti.
<b>Para suci memang tidak membalas permusuhan</b>—demikianlah.
14. Penjelasan Sutta Tuvaṭaka
<b>Na hi santo paṭiseniṁ karontī</b>ti.
<b>Para suci memang tidak membalas permusuhan</b>—demikianlah.
<b>Santo</b>ti rāgassa santattā santo, dosassa … mohassa … kodhassa … upanāhassa …pe… sabbākusalābhisaṅkhārānaṁ santattā samitattā vūpasamitattā vijjhātattā nibbutattā vigatattā paṭipassaddhattā santo upasanto vūpasanto nibbuto paṭipassaddhoti—
<b>Para suci</b>—mereka disebut suci karena telah tenang dari nafsu, tenang dari kebencian, tenang dari delusi, tenang dari kemarahan, tenang dari dendam, … tenang dari segala bentuk pemikiran yang tidak baik—telah ditenangkan, didamaikan, dipadamkan, dilenyapkan, diredakan, dan dihentikan sepenuhnya.
santo.
Mereka itulah para suci.
<b>Na hi santo paṭiseniṁ karontī</b>ti.
<b>Para suci memang tidak membalas permusuhan</b>—demikianlah.
Santo paṭiseniṁ paṭimallaṁ paṭikaṇṭakaṁ paṭipakkhaṁ na karonti na janenti na sañjanenti na nibbattenti nābhinibbattentīti—
Para suci tidak melakukan, tidak menimbulkan, tidak memunculkan, tidak menghasilkan, dan tidak mengembangkan perlawanan, pertikaian, permusuhan, atau lawan.
na hi santo paṭiseniṁ karonti.
Sungguh, para suci tidak membalas permusuhan.