<b>Duve vivādassa phalāni brūmī</b>ti.
<b>Dua buah dari pertengkaran Kuajarkan</b>.
13. Penjelasan Sutta Mahābyūha
<b>Duve vivādassa phalāni brūmī</b>ti.
<b>Dua buah dari pertengkaran Kuajarkan</b>.
Diṭṭhikalahassa diṭṭhibhaṇḍanassa diṭṭhiviggahassa diṭṭhivivādassa diṭṭhimedhagassa dve phalāni honti—
Dari pertengkaran karena pandangan, percekcokan karena pandangan, perselisihan karena pandangan, perdebatan karena pandangan, pertikaian karena pandangan, ada dua buah—
jayaparājayo hoti, lābhālābho hoti, yasāyaso hoti, nindāpasaṁso hoti, sukhadukkhaṁ hoti, somanassadomanassaṁ hoti, iṭṭhāniṭṭhaṁ hoti, anunayapaṭighaṁ hoti, ugghātinigghāti hoti, anurodhavirodho hoti.
ada menang dan kalah, ada untung dan rugi, ada kemasyhuran dan kehinaan, ada celaan dan pujian, ada suka dan duka, ada kegembiraan dan kesedihan, ada yang diinginkan dan tidak diinginkan, ada ketertarikan dan penolakan, ada serangan dan pembalasan, ada persetujuan dan pertentangan.
Atha vā taṁ kammaṁ nirayasaṁvattanikaṁ, tiracchānayonisaṁvattanikaṁ, pettivisayasaṁvattanikanti brūmi ācikkhāmi desemi paññapemi paṭṭhapemi vivarāmi vibhajāmi uttānīkaromi pakāsemīti—
Atau lagi, perbuatan itu menuntun ke neraka, menuntun ke alam binatang, menuntun ke alam setan—demikian Kuajarkan, Kuterangkan, Kupaparkan, Kutegakkan, Kubuka, Kubagi, Kujelaskan, Kusatakan—
duve vivādassa phalāni brūmi.
dua buah dari pertengkaran Kuajarkan.