<b>Ekañhi saccaṁ na dutīyamatthī</b>ti.
<b>Sebab kebenaran hanya satu, tidak ada yang kedua</b>—demikianlah dikatakan.
12. Penjelasan Sutta Cūḷabyūha
<b>Ekañhi saccaṁ na dutīyamatthī</b>ti.
<b>Sebab kebenaran hanya satu, tidak ada yang kedua</b>—demikianlah dikatakan.
Ekaṁ saccaṁ vuccati dukkhanirodho nibbānaṁ.
Kebenaran tunggal itu disebut lenyapnya penderitaan, yaitu Nibbāna.
Yo so sabbasaṅkhārasamatho sabbūpadhipaṭinissaggo taṇhakkhayo virāgo nirodho nibbānaṁ.
Yaitu penenangan segala bentukan, pelepasan segala kemelekatan, padamnya nafsu, peluruhan, penghentian, Nibbāna.
Atha vā ekaṁ saccaṁ vuccati—
Atau, dikatakan sebagai satu kebenaran—
maggasaccaṁ, niyyānasaccaṁ, dukkhanirodhagāminī paṭipadā, ariyo aṭṭhaṅgiko maggo, seyyathidaṁ—
kebenaran jalan, kebenaran yang menuntun menuju akhir penderitaan, jalan mulia berunsur delapan, yaitu:
sammādiṭṭhi, sammāsaṅkappo, sammāvācā, sammākammanto, sammāājīvo, sammāvāyāmo, sammāsati, sammāsamādhīti—
pandangan benar, kehendak benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar—
ekañhi saccaṁ na dutīyamatthi.
karena hanya ada satu kebenaran, tidak ada yang kedua.