mnd10:118.1 <b>Ia telah menyeberangi kekusutan</b>—
mnd10:118.2 <b>Kekusutan</b> disebut nafsu keinginan (taṇhā).
mnd10:118.3 Yaitu nafsu, kegairahan, …pe… keinginan, keserakahan, akar kejahatan.
mnd10:118.4 <b>Kekusutan</b>—dalam arti apa disebut kekusutan?
mnd10:118.5 Ia melilit, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.6 ia meluas, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.7 ia menyebar, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.8 ia tidak seimbang, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.9 ia menjerat, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.10 ia mengikat erat, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.11 ia menipu, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.12 berakar racun, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.13 berbuah racun, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.14 berkonsumsi racun, maka disebut kekusutan;
mnd10:118.15 Dan nafsu keinginan itu meluas pada bentuk-bentuk, suara-suara, bau-bauan, rasa-rasa, sentuhan-sentuhan, keluarga, kelompok, tempat tinggal, …pe… pada fenomena-fenomena yang dilihat, didengar, dirasakan, dan diketahui—menyebar, meluas, maka disebut kekusutan.
mnd10:118.16 <b>Ia telah menyeberangi kekusutan</b>—
mnd10:118.17 Ia menyeberangi ketagihan yang melekat ini, melampauinya, mengatasinya, dan melenyapkannya—
mnd10:118.18 Ia telah menyeberangi ketagihan yang melekat.