Atau bagaikan, Baginda, benih padi yang tumbuh subur di ladang, dengan hujan yang turun dengan baik, menjadi lebat, tersebar, melimpah buahnya, dan mencapai masa panen; padi itu disebut 'tanpa celaka, tanpa rintangan, telah mencapai waktunya';
evameva kho, mahārāja, yo koci bahūni divasasahassāni jīvitvā jarājiṇṇo āyukkhayā anītiko anupaddavo marati, so vuccati ‘anītiko anupaddavo samaye maraṇamupagato’ti.
demikian pula, Baginda, siapa pun yang hidup ribuan hari, menjadi tua renta, meninggal karena habisnya usia, tanpa celaka, tanpa rintangan, ia disebut 'tanpa celaka, tanpa rintangan, telah mencapai kematian pada waktunya'.