Atau bagaikan, Baginda, seseorang memukul bejana besi; dari pukulan itu timbullah suara yang berjalan hingga akhir jalan yang ditempuhnya. Suara itu disebut 'tanpa celaka, tanpa rintangan, telah mencapai akhir jalan yang ditempuhnya';
evameva kho, mahārāja, yo koci bahūni divasasahassāni jīvitvā jarājiṇṇo āyukkhayā anītiko anupaddavo marati, so vuccati ‘anītiko anupaddavo samaye maraṇamupagato’ti.
demikian pula, Baginda, siapa pun yang hidup ribuan hari, menjadi tua renta, meninggal karena habisnya usia, tanpa celaka, tanpa rintangan, ia disebut 'tanpa celaka, tanpa rintangan, telah mencapai kematian pada waktunya'.