mil6.3.6:27.1 Pernahkah engkau mendengar, Baginda Raja, bahwa ‘ketika tanaman padi subur, sarat dengan bulir, dan daun-daunnya mulai menguning, hujan es yang disebut karakavassa turun dan menghancurkannya, membuatnya tidak berbuah’?”
mil6.3.6:27.2 “Aku pernah mendengarnya, Bhante, dan kami pun pernah melihatnya.”
mil6.3.6:27.3 “Apakah tanaman itu, Baginda Raja, hancur pada waktunya atau bukan pada waktunya?”
mil6.3.6:27.4 “Bukan pada waktunya, Bhante. Jika hujan es itu tidak turun, Bhante, tanaman itu akan mencapai masa panennya.”
mil6.3.6:27.5 “Apakah, Baginda Raja, tanaman itu hancur karena gangguan yang datang kemudian, dan tanpa gangguan itu tanaman akan mencapai masa panennya?”
mil6.3.6:27.6 “Ya, Bhante,” jawabnya.
mil6.3.6:27.7 Demikian pula, Baginda, siapa pun yang meninggal sebelum waktunya, ia tertekan oleh penyakit yang datang kemudian, yang disebabkan oleh angin, atau oleh empedu, atau oleh dahak, atau oleh gabungan ketiganya, atau oleh perubahan musim, atau oleh perlakuan yang tidak seimbang, atau oleh serangan dari luar, atau oleh kelaparan, atau oleh kehausan, atau oleh gigitan ular, atau oleh makanan yang tidak layak, atau oleh api, atau oleh air, atau tertekan oleh kekuatan makhluk hidup, maka ia meninggal sebelum waktunya.
mil6.3.6:27.8 Akan tetapi, jika ia tidak didera oleh penyakit yang datang menyerang, ia akan mencapai kematian tepat pada waktunya.
mil6.3.6:27.9 Inilah, Maharaja, alasannya, yang karenanya kematian sebelum waktunya itu ada.”