"Tetapi, Bhante Nāgasena, jika pada hari ketujuh muncul permata roda surgawi bagi Bodhisatta, apakah Bodhisatta akan berbalik karena munculnya permata roda surgawi itu?"
“Na hi, mahārāja, sattame divase bodhisattassa dibbaṁ cakkaratanaṁ nibbatteyya, api ca palobhanatthāya tāya devatāya musā bhaṇitaṁ, yadipi, mahārāja, sattame divase dibbaṁ cakkaratanaṁ nibbatteyya, bodhisatto na nivatteyya.
"Tidak, Baginda, pada hari ketujuh permata roda surgawi tidak akan muncul bagi Bodhisatta. Akan tetapi, demi menarik hatinya, dewata itu berkata tidak benar. Bahkan, Baginda, seandainya pada hari ketujuh permata roda surgawi muncul, Bodhisatta tidak akan berbalik.
Karena, Baginda, Bodhisatta telah berpegang teguh pada 'tidak kekal', telah berpegang teguh pada 'derita, bukan diri', dan telah mencapai penghancuran kemelekatan.