Seperti halnya, Baginda, seorang ayah yang masih hidup, di tengah-tengah para menteri, prajurit, penjaga gerbang, panglima perang, dan para pengiring, memuji kebaikan putranya yang memang ada di hadapan raja, dengan berkata: 'Dengan ditempatkan di sini, di masa mendatang ia akan dihormati di tengah-tengah masyarakat.'
Demikian pula, Baginda, Sang Tathāgata, demi kesejahteraan dan karena belas kasihan, sambil memuji kebaikan yang memang ada, berkata demikian: 'Di masa mendatang, setelah kepergianku, Saṅgha akan dihormati.'