Atau bagaikan, Yang Mulia Raja, seseorang yang membersihkan hutan dan mengeluarkan tanahnya; orang-orang menyebutnya 'tanah miliknya', dan tanah itu tidak diciptakan olehnya, namun dengan menjadikan tanah itu sebagai alasannya, ia disebut pemilik tanah;
demikian pula, Yang Mulia Raja, Sang Tathāgata melihat dengan kebijaksanaan jalan yang memang telah ada, yang rusak, hancur, tersembunyi, tertutup, terhalang, dan tidak dapat dilalui, lalu memunculkannya, membuatnya dapat dilalui. Oleh karena itu Beliau bersabda—