mil5.4.7:22.1
Puna caparaṁ yadā devadatto brahmadatto nāma rājā ahosi, tadā bodhisatto tassa putto mahāpadumo nāma kumāro ahosi, tadā so rājā sakaputtaṁ corapapāte khipāpesi, yato kutoci pitāva puttānaṁ adhikataro hoti visiṭṭhoti, tatthapi tāva devadattoyeva adhikataro.
Selanjutnya, ketika Devadatta menjadi raja bernama Brahmadatta, pada saat itu Bodhisatta menjadi putranya, pangeran bernama Mahāpaduma. Pada saat itu, raja tersebut menyuruh melemparkan putranya sendiri ke jurang pencuri. Karena bagaimanapun juga, seorang ayah lebih unggul dan lebih utama daripada anak-anaknya. Dalam hal itu pula, Devadatta-lah yang lebih unggul.