Sutapubbaṁ pana tayā, mahārāja, ‘dānavo bhariyaṁ parirakkhanto samugge pakkhipitvā gilitvā kucchinā pariharati, atheko vijjādharo tassa dānavassa mukhena pavisitvā tāya saddhiṁ abhiramati, yadā so dānavo aññāsi, atha samuggaṁ vamitvā vivari, saha samugge vivaṭe vijjādharo yathākāmaṁ pakkāmī’”ti?
Pernahkah Baginda mendengar, bahwa seorang raksasa, sambil menjaga istrinya, memasukkannya ke dalam sebuah peti, menelannya, dan membawanya di dalam perutnya? Kemudian seorang ahli mantra, dengan memasuki mulut raksasa itu, bersenang-senang dengan istri tersebut. Ketika raksasa itu menyadarinya, ia memuntahkan peti itu dan membukanya. Begitu peti itu terbuka, ahli mantra itu pergi sesukanya.”