Di sini, Baginda, seseorang yang bersalah kepada penguasa, terikat dengan belenggu rantai dan dilemparkan ke dalam penjara, ingin terbebas. Kemudian penguasa itu, karena ingin membebaskannya, memerintahkan agar ia dibawa menghadap.
Api nu kho, mahārāja, tassa issarāparādhikassa purisassa ‘katadoso ahan’ti jānantassa issaradassanena santāso uppajjeyyā”ti?
Maka, Baginda, apakah pada orang yang bersalah kepada penguasa itu, yang mengetahui 'aku telah berbuat salah', akan timbul kegentaran saat melihat penguasa?"