Atau bagaikan, Baginda Raja, seseorang yang sakit, menderita, dan sangat menderita karena penyakit, setelah mendatangi seorang tabib dan mencapai kesembuhan, mengingat kembali jasa baik yang telah dilakukan dengan baik itu, berulang kali mendatangi tabib tersebut;
demikian pula, Baginda Raja, semua para Tathāgata, setelah menyendiri dan mencapai kemahatahuan, mengingat kembali jasa baik yang telah dilakukan dengan baik itu, mereka senantiasa menekuni keterasingan (paṭisallāna).