‹
MIL5.1.4

Iddhibalavagga

Iddhibalavagga

Milindapañha · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 5.1.4

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
mil5.1.4:1.1

“Bhante nāgasena, bhāsitampetaṁ bhagavatā—

“Bhante Nāgasena, telah dikatakan oleh Bhagavā:

mil5.1.4:1.2

‘aṭṭhime, bhikkhave, hetū aṭṭha paccayā mahato bhūmicālassa pātubhāvāyā’ti.

‘Para bhikkhu, ada delapan sebab, delapan kondisi bagi munculnya gempa bumi yang besar.’

mil5.1.4:1.3

Asesavacanaṁ idaṁ, nissesavacanaṁ idaṁ, nippariyāyavacanaṁ idaṁ, natthañño navamo hetu mahato bhūmicālassa pātubhāvāya.

Ini adalah ucapan yang lengkap, ucapan yang tanpa sisa, ucapan yang tanpa pengecualian; tidak ada sebab kesembilan bagi munculnya gempa bumi yang besar.

mil5.1.4:1.4

Yadi, bhante nāgasena, añño navamo hetu bhaveyya mahato bhūmicālassa pātubhāvāya, tampi hetuṁ bhagavā katheyya.

Jika, Bhante Nāgasena, ada sebab kesembilan bagi munculnya gempa bumi yang besar, Bhagavā pasti akan menyebutkan sebab itu.

mil5.1.4:1.5

Yasmā ca kho, bhante nāgasena, natthañño navamo hetu mahato bhūmicālassa pātubhāvāya, tasmā anācikkhito bhagavatā, ayañca navamo hetu dissati mahato bhūmicālassa pātubhāvāya, yaṁ vessantarena raññā mahādāne dīyamāne sattakkhattuṁ mahāpathavī kampitāti.

Tetapi karena, Bhante Nāgasena, tidak ada sebab kesembilan bagi munculnya gempa bumi yang besar, maka Bhagavā tidak menyebutkannya. Namun kini tampak sebab kesembilan bagi munculnya gempa bumi yang besar, yaitu ketika Raja Vessantara memberikan dana agung, bumi yang besar ini bergetar tujuh kali.

mil5.1.4:1.6

Yadi, bhante nāgasena, aṭṭheva hetū aṭṭha paccayā mahato bhūmicālassa pātubhāvāya, tena hi vessantarena raññā mahādāne dīyamāne sattakkhattuṁ mahāpathavī kampitāti yaṁ vacanaṁ, taṁ micchā.

Jika, Bhante Nāgasena, hanya ada delapan sebab, delapan kondisi bagi munculnya gempa bumi yang besar, maka pernyataan bahwa ketika Raja Vessantara memberikan dana agung bumi yang besar bergetar tujuh kali adalah keliru.

mil5.1.4:1.7

Yadi vessantarena raññā mahādāne dīyamāne sattakkhattuṁ mahāpathavī kampitā, tena hi aṭṭheva hetū aṭṭha paccayā mahato bhūmicālassa pātubhāvāyāti tampi vacanaṁ micchā.

Jika dikatakan bahwa ketika Raja Vessantara memberikan sedekah besar, bumi bergetar tujuh kali, maka ucapan itu juga keliru mengenai delapan sebab dan delapan kondisi munculnya gempa bumi besar.

mil5.1.4:1.8

Ayampi ubhato koṭiko pañho sukhumo dunniveṭhiyo andhakaraṇo ceva gambhīro ca, so tavānuppatto, neso aññena ittarapaññena sakkā visajjetuṁ aññatra tavādisena buddhimatā”ti.

Pertanyaan ini pun bermata dua, halus, sulit diurai, membingungkan, dan dalam. Pertanyaan ini telah sampai padamu; tidak mungkin dijawab oleh orang lain yang berpengetahuan dangkal, kecuali oleh orang bijaksana sepertimu.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI