"Devadatta, Yang Mulia Nāgasena, mengikuti arus, namun Sang Tathāgata membawanya melawan arus; Devadatta yang menempuh jalan sesat, dituntun-Nya ke jalan yang benar; Devadatta yang telah jatuh ke jurang, diberikan-Nya tempat berpijak; Devadatta yang berada di tempat tidak rata, dibawa-Nya ke tempat yang rata.
Ime ca, bhante nāgasena, hetū imāni ca kāraṇāni na sakkā aññena sandassetuṁ aññatra tavādisena buddhimatā”ti.
Dan sebab-sebab serta alasan-alasan ini, Yang Mulia Nāgasena, tidak dapat dijelaskan oleh orang lain selain oleh seorang bijaksana seperti Yang Mulia."