Rājā āha—
Raja bertanya,
5. Pertanyaan tentang Tidak Berpindah dan Terlahir Kembali
Rājā āha—
Raja bertanya,
“bhante nāgasena, na ca saṅkamati paṭisandahati cā”ti?
“Bhante Nāgasena, apakah tidak ada yang berpindah, namun ada kelahiran kembali?”
“Āma, mahārāja, na ca saṅkamati paṭisandahati cā”ti.
“Benar, Baginda, tidak ada yang berpindah, namun ada kelahiran kembali.”
“Kathaṁ, bhante nāgasena, na ca saṅkamati paṭisandahati ca, opammaṁ karohī”ti?
“Bagaimana hal itu bisa terjadi, Bhante Nāgasena? Tolong berikan sebuah perumpamaan.”
“Yathā, mahārāja, kocideva puriso padīpato padīpaṁ padīpeyya, kiṁ nu kho so, mahārāja, padīpo padīpamhā saṅkanto”ti?
“Seperti halnya, Baginda, seseorang menyalakan lampu dari lampu lain—apakah lampu itu berpindah dari lampu yang satu ke lampu yang lain?”
“Na hi, bhante”ti.
“Tidak, Bhante.”
“Evameva kho, mahārāja, na ca saṅkamati paṭisandahati cā”ti.
“Demikian pula, Baginda, tidak ada yang berpindah, namun ada kelahiran kembali.”