Selanjutnya, para bhikkhu, seorang siswa dari Guru tersebut adalah seorang Arahant yang telah menghancurkan kekotoran batin, telah menjalani kehidupan spiritual, telah menyelesaikan apa yang perlu dilakukan, telah meletakkan beban, telah mencapai tujuan akhir, telah memutuskan belenggu kelahiran kembali, dan terbebaskan dengan benar melalui pengetahuan sempurna.
Furthermore, it’s when a mendicant is a perfected one, with defilements ended, who has completed the spiritual journey, done what had to be done, laid down the burden, achieved their heart’s goal, utterly ended the fetter of continued existence, and is rightly freed through enlightenment.
So dhammaṁ deseti ādikalyāṇaṁ majjhekalyāṇaṁ pariyosānakalyāṇaṁ sātthaṁ sabyañjanaṁ, kevalaparipuṇṇaṁ parisuddhaṁ brahmacariyaṁ pakāseti.
Ia mengajarkan Dhamma yang baik pada awalnya, baik di tengahnya, dan baik pada akhirnya, penuh makna dan indah kata-katanya. Ia juga menyingkapkan kehidupan spiritual yang sepenuhnya lengkap dan murni.
They teach Dhamma that’s good in the beginning, good in the middle, and good in the end, meaningful and well-phrased. And they reveal a spiritual practice that’s entirely full and pure.
Inilah, para bhikkhu, orang kedua yang muncul di dunia demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak orang, demi belas kasih kepada dunia, demi manfaat, kesejahteraan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia.
This is the second individual who arises in the world for the welfare and happiness of the people, out of sympathy for the world, for the benefit, welfare, and happiness of gods and humans.