Kathañca, bhikkhave, olīyanti eke?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, sebagian terperosok?
And how do some get stuck?
Bab Kedua
Kathañca, bhikkhave, olīyanti eke?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, sebagian terperosok?
And how do some get stuck?
Bhavārāmā, bhikkhave, devamanussā bhavaratā bhavasammuditā tesaṁ bhavanirodhāya dhamme desiyamāne cittaṁ na pakkhandati na pasīdati na santiṭṭhati nādhimuccati.
Para bhikkhu, deva dan manusia menyukai kelangsungan, bergembira dalam kelangsungan, bersukacita dalam kelangsungan. Ketika Dhamma diajarkan kepada mereka demi lenyapnya kelangsungan, pikiran mereka tidak melompat maju, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak bertekad.
Gods and humans like clinging, they love it and enjoy it. When the Dhamma is being taught to them for the cessation of existence, their minds do not leap forth, gain confidence, settle down, and become decided.
Evaṁ kho, bhikkhave, olīyanti eke.
Demikianlah, para bhikkhu, sebagian terperosok.
That is how some get stuck.