cnd22:8.1 Selanjutnya, dusta terjadi melalui tiga cara.
cnd22:8.2 Sebelumnya ia berpikir—
cnd22:8.3 “aku akan berbohong,” ketika berbicara ia berpikir—
cnd22:8.4 “aku berbohong,” setelah berbicara ia berpikir—
cnd22:8.5 “telah kubohong”—
cnd22:8.6 melalui tiga cara inilah dusta terjadi.
cnd22:8.7 Selanjutnya, dusta terjadi melalui empat cara.
cnd22:8.8 Sebelumnya ia berpikir—
cnd22:8.9 “aku akan berbohong,” ketika berbicara ia berpikir—
cnd22:8.10 “aku berbohong,” setelah berbicara ia berpikir—
cnd22:8.11 “telah kubohong,” dengan mengesampingkan pandangannya—
cnd22:8.12 melalui empat cara inilah dusta terjadi.
cnd22:8.13 Selanjutnya, dusta terjadi melalui lima cara …
cnd22:8.14 melalui enam cara …
cnd22:8.15 Dengan tujuh cara...
cnd22:8.16 Dengan delapan cara, ucapan dusta terjadi.
cnd22:8.17 Sebelumnya ia berpikir—
cnd22:8.18 “Aku akan berbohong,” saat berbicara ia berpikir—
cnd22:8.19 “Aku berbohong,” setelah berbicara ia berpikir—
cnd22:8.20 “Aku telah berbohong,” dengan menyembunyikan pandangan, menyembunyikan persetujuan, menyembunyikan keinginan, menyembunyikan persepsi, menyembunyikan watak—
cnd22:8.21 Dengan delapan cara ini, ucapan dusta terjadi, yaitu kebohongan.
cnd22:8.22 Atas dasar apakah seseorang berbohong, berkata, menyatakan, atau mengucapkan—
cnd22:8.23 Atas dasar apakah seseorang berbohong?
cnd22:8.24 Oleh karena itu Yang Mulia Pingiya berkata—