cnd19:36.1 <b>"Pandanglah dunia sebagai kosong"</b>—
cnd19:36.2 <b>"Dunia"</b> berarti: dunia neraka, dunia binatang, dunia alam setan, dunia manusia, dunia para dewa, dunia kelompok-kelompok unsur kehidupan, dunia unsur-unsur, dunia bidang-bidang indra; dunia ini, dunia lain, dunia Brahmā, dunia bersama para dewa.
cnd19:36.3 Seorang bhikkhu tertentu berkata kepada Bhagavā:
cnd19:36.4 “Dunia, dunia,” Yang Mulia, dikatakan.
cnd19:36.5 Sejauh apakah, Yang Mulia, dikatakan ‘dunia’?”
cnd19:36.6 “Ia hancur, bhikkhu, oleh karena itu disebut dunia.
cnd19:36.7 Dan apakah yang hancur?
cnd19:36.8 Mata, bhikkhu, hancur; bentuk-bentuk hancur; kesadaran mata hancur; kontak mata hancur; dan apa pun yang muncul dengan kontak mata sebagai kondisi—apakah itu dirasakan sebagai menyenangkan, menyakitkan, atau tidak menyakitkan maupun tidak menyenangkan—itu pun hancur.
cnd19:36.9 Telinga hancur;
cnd19:36.10 bau-bauan hancur …
cnd19:36.11 Tubuh hancur; sentuhan-sentuhan hancur;
cnd19:36.12 Pikiran hancur; fenomena-fenomena mental hancur; kesadaran pikiran hancur; kontak pikiran hancur; dan apa pun yang muncul dengan kontak pikiran sebagai kondisi—apakah itu dirasakan sebagai menyenangkan, menyakitkan, atau tidak menyakitkan maupun tidak menyenangkan—itu pun hancur.
cnd19:36.13 Ia hancur, bhikkhu, oleh karena itu disebut dunia.”