cnd16:17.1 <b>“Kekuatan nafsu-kemelekatan harus diatasi semuanya”</b> — yang disebut nafsu-kemelekatan adalah nafsu terhadap bentuk …
cnd16:17.2 Mengapa disebut nafsu-kemelekatan?
cnd16:17.3 Karena dengan nafsu itu, mereka melekati, menggenggam, merebut, mencengkeram, dan berpegang teguh pada bentuk.
cnd16:17.4 Pada perasaan …
cnd16:17.5 Pada persepsi …
cnd16:17.6 Pada bentukan-bentukan mental …
cnd16:17.7 Pada kesadaran …
cnd16:17.8 Pada tujuan kelahiran …
cnd16:17.9 Pada kelahiran kembali …
cnd16:17.10 Pada penyambungan kembali …
cnd16:17.11 Pada penjelmaan …
cnd16:17.12 Pada saṁsāra …
cnd16:17.13 Pada siklus kelahiran, mereka melekati, menggenggam, merebut, mencengkeram, dan berpegang teguh.
cnd16:17.14 Oleh karena itu disebut nafsu-kemelekatan.
cnd16:17.15 <b>“Kekuatan nafsu-kemelekatan harus diatasi semuanya”</b> — ia harus sepenuhnya diatasi, dilenyapkan, ditinggalkan, disingkirkan, diakhiri, dan dibawa menuju ketiadaan —
cnd16:17.16 demikianlah nafsu-kemelekatan harus diatasi semuanya.
cnd16:17.17 <b>“Bhadrāvudha,” demikianlah Sang Bhagavā.</b>
cnd16:17.18 <b>Bhadrāvudhā</b>—demikianlah Bhagavā menyapa brahmana itu dengan namanya.
cnd16:17.19 <b>Bhagavā</b>—ini adalah sebutan yang penuh hormat …pe… penetapan yang nyata, yaitu 'Bhagavā'—
cnd16:17.20 Bhadrāvudhā, demikianlah Bhagavā.