"Setelah mendengar, aku datang kepada Sang Pahlawan yang tidak menginginkan kenikmatan indra" — setelah mendengar, setelah menyimak, setelah mempelajari, setelah merenungkan, setelah mengamati.
Karena memiliki kegigihan, Ia disebut pahlawan; karena memiliki keunggulan, Ia disebut pahlawan; karena memiliki kekuatan, Ia disebut pahlawan; karena memiliki kecukupan, Ia disebut pahlawan; karena gagah berani, Ia disebut pahlawan; karena perkasa, tak gentar, tak gemetar, tak ngeri, tak melarikan diri, telah meninggalkan ketakutan dan kengerian, telah melenyapkan bulu badan yang merinding — karena itu Ia disebut pahlawan.