Tamahaṁ upasaṅkamma,
Kepadanya aku mendekat,
5. Riwayat Buddha Maṅgala
Bacaan ini mengajak kita merenungkan bagaimana setiap Buddha memiliki riwayat yang unik, namun selalu menekankan nilai kebajikan dan tekad. Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk berlatih dengan sungguh-sungguh.
Riwayat Buddha Maṅgala menceritakan tentang seorang Buddha yang cahayanya tak tertandingi, melampaui cahaya bulan dan matahari. Ia membabarkan Dhamma pertama kali kepada seratus ribu koti makhluk, kemudian di istana dewa dan saat raja Sunanda datang. Tiga pertemuan besar para siswa terjadi, dan pada masa itu calon Buddha Gotama terlahir sebagai brahmana Suruci yang mempersembahkan bunga dan minuman susu, lalu meninggalkan keduniawian. Buddha Maṅgala meramalkan bahwa Suruci akan menjadi Buddha di masa depan. Riwayat ini juga merinci kehidupan Buddha Maṅgala: kota Uttara, orang tua Uttara dan Uttarā, tiga istana, istri Yasavatī, putra Sīvala, penolakan duniawi setelah melihat empat pertanda, meditasi keras selama delapan bulan, dan pencapaian Nibbāna di taman Vassara dengan stupa setinggi tiga puluh yojana.
Tamahaṁ upasaṅkamma,
Kepadanya aku mendekat,
Saraṇaṁ gantvāna satthuno;
setelah berlindung kepada Sang Guru;
Sambuddhappamukhaṁ saṅghaṁ,
Kepada Saṅgha yang dipimpin oleh Sambuddha,
Gandhamālena pūjayiṁ;
aku memuja dengan karangan bunga wangi;
Pūjetvā gandhamālena,
Setelah memuja dengan karangan bunga wangi,
Gavapānena tappayiṁ.
aku menyenangkan mereka dengan minuman susu.