Citto ca hatthāḷavako,
Citta dan Hatthāḷavaka,
4. Riwayat Buddha Koṇḍañña
Bacaan ini mengajak kita merenungkan bagaimana setiap Buddha muncul dan memberikan harapan bagi makhluk lain. Kisah ini juga mengingatkan bahwa perbuatan baik dan tekad kuat dapat membawa kita pada tujuan tertinggi, seperti yang dicontohkan oleh calon Buddha Gotama.
Setelah Buddha Dīpaṅkara, muncullah Buddha Koṇḍañña yang memiliki kebijaksanaan dan moralitas luar biasa. Ia memutar roda Dhamma dan membawa banyak makhluk mencapai penembusan. Pada masa itu, calon Buddha Gotama terlahir sebagai raja Vijitāvī, yang memberikan kerajaannya kepada Buddha Koṇḍañña dan menjadi bhikkhu. Buddha Koṇḍañña meramalkan bahwa Vijitāvī akan menjadi Buddha Gotama di masa depan, dan setelah mempraktikkan ajaran, Vijitāvī terlahir di alam brahma.
Citto ca hatthāḷavako,
Citta dan Hatthāḷavaka,
aggā hessantupaṭṭhakā;
akan menjadi pelayan utama;
Nandamātā ca uttarā,
Nandamātā dan Uttarā,
aggā hessantupaṭṭhikā;
akan menjadi pelayan wanita utama;
Āyu vassasataṁ tassa,
Usia seratus tahun baginya,
gotamassa yasassino’.
bagi Gotama yang termasyhur itu.’