Bhummā mahārājikā tāvatiṁsā,
Para dewa bumi, para dewa Cātummahārājika, Tāvatiṁsa,
1. Bab tentang Jalan Permata yang Berjalan
Sebelum membaca, renungkanlah keagungan perjalanan spiritual para Buddha. Bab ini mengundang kita untuk merenungkan kualitas-kualitas yang perlu dikembangkan dalam diri sendiri, seperti kedermawanan, moralitas, dan kebijaksanaan.
Bab pembuka Buddhavaṁsa ini menggambarkan Sang Buddha menciptakan jalan berjalan dari permata di angkasa sebagai keajaiban untuk menunjukkan kekuatan-Nya, yang disaksikan dan dipuja oleh para dewa dari berbagai alam. Setelah itu, Sāriputta bertanya tentang tekad awal dan kesempurnaan (pāramī) yang membawa pada pencerahan, dan Sang Buddha mulai menjawab dengan merujuk pada ajaran para Buddha masa lampau.
Bhummā mahārājikā tāvatiṁsā,
Para dewa bumi, para dewa Cātummahārājika, Tāvatiṁsa,
Yāmā ca devā tusitā ca nimmitā;
para dewa Yāma, Tusita, dan para dewa Nimmita;
Paranimmitā yepi ca brahmakāyikā,
juga Paranimmita dan para dewa Brahmakāyika,
Ānanditā vipulamakaṁsu ghosaṁ.
dengan gembira mengeluarkan suara yang lantang.