Sopi buddho asamasamo,
Buddha itu pun tak tertandingi,
11. Riwayat Buddha Nārada
Bacaan ini mengajak kita merenungkan perjalanan seorang Buddha dan kebijaksanaan yang ditinggalkannya. Mari kita simak dengan hati terbuka, meresapi makna perjuangan dan keheningan yang terkandung di dalamnya.
Riwayat Buddha Nārada, yang muncul setelah Buddha Paduma. Ia mencapai penerangan di bawah pohon Mahāsoṇa, memutar roda Dhamma, dan memiliki tiga penembusan besar. Sebelum menjadi Buddha, ia adalah seorang pertapa berambut kusut yang mempersembahkan makanan dan cendana kepada Buddha Nārada, yang kemudian meramalkan pencerahannya. Riwayat ini juga mencatat detail kehidupan duniawi, pencapaian, dan parinibbāna-nya.
Sopi buddho asamasamo,
Buddha itu pun tak tertandingi,
Tepi khīṇāsavā atulatejā;
mereka yang telah bebas dari kekotoran pun memiliki keagungan yang tak terukur;
Sabbaṁ tamantarahitaṁ,
semua itu telah lenyap,
Nanu rittā sabbasaṅkhārā.
bukankah segala bentukan itu kosong belaka?