Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 9
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana pikiran dan persepsi bekerja, serta apa yang benar-benar penting dalam praktik spiritual. Mari kita simak dialog antara Buddha dan Poṭṭhapāda yang mengupas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang persepsi, diri, dan kebenaran.
Sang Buddha mengunjungi pengembara Poṭṭhapāda di taman Mallikā dan menjawab pertanyaannya tentang bagaimana penghentian persepsi terjadi. Buddha menjelaskan bahwa persepsi muncul dan lenyap karena sebab, dan melalui latihan bertahap hingga mencapai puncak persepsi. Percakapan kemudian beralih ke pertanyaan-pertanyaan metafisik yang tidak dijawab Buddha, dan diakhiri dengan penjelasan tentang tiga jenis kelahiran kembali serta penggunaan bahasa duniawi tanpa melekat padanya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn9:52.1 Bagaikan, Citta, dari sapi berasal susu, dari susu menjadi dadih, dari dadih menjadi mentega, dari mentega menjadi ghee, dan dari ghee menjadi krim ghee. Dan krim ghee dikatakan yang terbaik di antara semuanya.
dn9:52.2 Pada saat ia berupa susu, pada saat itu ia tidak disebut dadih, tidak disebut mentega, tidak disebut ghee, dan tidak disebut krim ghee;
dn9:52.7 atau krim ghee, pada saat itu tidak disebut sebagai susu, tidak disebut sebagai dadih, tidak disebut sebagai mentega, tidak disebut sebagai ghee;
dn9:52.8 hanya disebut sebagai krim ghee pada saat itu.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.