dn5:21.1 Setelah beliau berkata demikian, para brāhmaṇa itu gempar dengan suara riuh dan keras,
dn5:21.2 “Aduh, sungguh pengorbanan! Aduh, sungguh sempurna pengorbanan!”
dn5:21.3 Tetapi brāhmaṇa Kūṭadanta hanya duduk diam.
dn5:21.4 Kemudian para brāhmaṇa itu berkata kepada brāhmaṇa Kūṭadanta:
dn5:21.5 "Mengapa Yang Mulia Kūṭadanta tidak memuji kata-kata indah dari Petapa Gotama?"
dn5:21.6 "Sesungguhnya, Tuan-tuan, bukanlah aku tidak memuji apa yang dikatakan oleh Petapa Gotama.
dn5:21.7 Kepala siapa pun yang tidak memuji kata-kata indah dari Petapa Gotama akan pecah berkeping-keping!
dn5:21.8 Akan tetapi, Tuan-tuan, terpikir olehku bahwa
dn5:21.9 Petapa Gotama tidak berkata demikian:
dn5:21.10 'Demikianlah telah kudengar' atau 'Demikianlah seharusnya terjadi';
dn5:21.11 melainkan Petapa Gotama hanya berkata:
dn5:21.12 'Demikianlah keadaannya pada waktu itu, begitulah keadaannya pada waktu itu.'
dn5:21.13 Maka terpikir olehku, Tuan-tuan:
dn5:21.14 'Pastilah Petapa Gotama pada masa itu adalah Raja Mahāvijita, pemilik upacara pengorbanan itu, atau brahmana pendeta istana yang menjadi pelaksana upacara pengorbanan itu baginya.'"
dn5:21.15 Apakah Yang Mulia Gotama mengingat telah melakukan pengorbanan semacam itu, atau telah memfasilitasinya, dan kemudian, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tempat yang baik, alam surga?”
dn5:21.16 “Aku mengingatnya, brahmana, bahwa aku telah melakukan pengorbanan semacam itu, atau telah memfasilitasinya, dan setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tempat yang baik, alam surga. Pada saat itu aku adalah brahmana pendeta istana yang memfasilitasi pengorbanan tersebut.”


