‹
DN 5

Kūṭadantasutta

Kūṭadantasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 5
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 5

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pengorbanan dan persembahan. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah pemahaman seorang brahmana tentang ritual, dari yang berpusat pada kekerasan menjadi yang berpusat pada kedamaian dan pengembangan batin.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Kūṭadanta, yang sedang bersiap melakukan pengorbanan besar, mendatangi Buddha untuk bertanya tentang cara melengkapi pengorbanan dengan tiga cara dan enam belas perlengkapan. Buddha menjawab dengan kisah Raja Mahāvijita, yang pengorbanannya dilakukan tanpa kekerasan dan dengan persetujuan rakyat, lalu secara bertahap mengarahkan Kūṭadanta pada pemahaman bahwa pengorbanan tertinggi adalah menjalankan kehidupan spiritual hingga mencapai pencerahan. Kūṭadanta akhirnya melepaskan hewan-hewan kurban, berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta mencapai tingkat pemasuk-arus.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn5:21.1 Setelah beliau berkata demikian, para brāhmaṇa itu gempar dengan suara riuh dan keras,

dn5:21.2 “Aduh, sungguh pengorbanan! Aduh, sungguh sempurna pengorbanan!”

dn5:21.3 Tetapi brāhmaṇa Kūṭadanta hanya duduk diam.

dn5:21.4 Kemudian para brāhmaṇa itu berkata kepada brāhmaṇa Kūṭadanta:

dn5:21.5 "Mengapa Yang Mulia Kūṭadanta tidak memuji kata-kata indah dari Petapa Gotama?"

dn5:21.6 "Sesungguhnya, Tuan-tuan, bukanlah aku tidak memuji apa yang dikatakan oleh Petapa Gotama.

dn5:21.7 Kepala siapa pun yang tidak memuji kata-kata indah dari Petapa Gotama akan pecah berkeping-keping!

dn5:21.8 Akan tetapi, Tuan-tuan, terpikir olehku bahwa

dn5:21.9 Petapa Gotama tidak berkata demikian:

dn5:21.10 'Demikianlah telah kudengar' atau 'Demikianlah seharusnya terjadi';

dn5:21.11 melainkan Petapa Gotama hanya berkata:

dn5:21.12 'Demikianlah keadaannya pada waktu itu, begitulah keadaannya pada waktu itu.'

dn5:21.14 'Pastilah Petapa Gotama pada masa itu adalah Raja Mahāvijita, pemilik upacara pengorbanan itu, atau brahmana pendeta istana yang menjadi pelaksana upacara pengorbanan itu baginya.'"

dn5:21.15 Apakah Yang Mulia Gotama mengingat telah melakukan pengorbanan semacam itu, atau telah memfasilitasinya, dan kemudian, setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tempat yang baik, alam surga?”

dn5:21.16 “Aku mengingatnya, brahmana, bahwa aku telah melakukan pengorbanan semacam itu, atau telah memfasilitasinya, dan setelah hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di tempat yang baik, alam surga. Pada saat itu aku adalah brahmana pendeta istana yang memfasilitasi pengorbanan tersebut.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.