Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 5
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna pengorbanan dan persembahan. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah pemahaman seorang brahmana tentang ritual, dari yang berpusat pada kekerasan menjadi yang berpusat pada kedamaian dan pengembangan batin.
Brahmana Kūṭadanta, yang sedang bersiap melakukan pengorbanan besar, mendatangi Buddha untuk bertanya tentang cara melengkapi pengorbanan dengan tiga cara dan enam belas perlengkapan. Buddha menjawab dengan kisah Raja Mahāvijita, yang pengorbanannya dilakukan tanpa kekerasan dan dengan persetujuan rakyat, lalu secara bertahap mengarahkan Kūṭadanta pada pemahaman bahwa pengorbanan tertinggi adalah menjalankan kehidupan spiritual hingga mencapai pencerahan. Kūṭadanta akhirnya melepaskan hewan-hewan kurban, berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta mencapai tingkat pemasuk-arus.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn5:19.1 Then the aristocrat vassals, ministers and councillors, well-to-do brahmins, and well-off householders came to the king bringing abundant wealth and said,
dn5:19.2 ‘Your Majesty, this abundant wealth is specially for you alone; may Your Majesty accept it!’
dn5:19.3 ‘There’s enough raised for me through regular taxes. Let this be for you; and here, take even more!’
dn5:19.5 When the king turned them down, they withdrew to one side to think up a plan,
dn5:19.6 ‘It wouldn’t be proper for us to take this abundant wealth back to our own homes.
dn5:19.7 King Mahāvijita is performing a great sacrifice. Let us make an offering as an auxiliary sacrifice.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.