‹
DN 4

Soṇadaṇḍasutta

Soṇadaṇḍa Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 4
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn4:26.1 Ketika Sang Bhagavā telah selesai makan dan mencuci tangan serta mangkuknya, brahmana Soṇadaṇḍa mengambil tempat duduk yang rendah dan duduk di satu sisi.

dn4:26.2 Setelah duduk di satu sisi, Brahmana Soṇadaṇḍa berkata kepada Bhagavā:

dn4:26.3 "Jika aku, ketika berada di tengah perkumpulan, bangkit dari tempat dudukku dan memberi hormat kepada Yang Mulia Gotama, maka perkumpulan itu mungkin akan merendahkanku karenanya."

dn4:26.4 Dan ketika ia direndahkan oleh kumpulan itu, maka hilanglah pula kehormatannya.

dn4:26.5 Ketika kehormatannya hilang, maka berkurang pula kekayaannya.

dn4:26.6 Sebab kekayaan kami diperoleh melalui kehormatan.

dn4:26.7 Oleh karena itu, jika aku, Tuan Gotama, berada di tengah kumpulan dan mengangkat tangan bersikap añjali, hendaknya Tuan Gotama menganggap itu sebagai sikapku bangkit dari tempat duduk.

dn4:26.8 Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika berada di tengah perkumpulan, melepaskan sorban, biarlah Yang Mulia Gotama menganggap itu sebagai penghormatan dariku.

dn4:26.9 Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika berada di dalam kereta, turun dari kereta dan memberi hormat kepada Yang Mulia Gotama, maka perkumpulan itu akan merendahkanku karenanya.

dn4:26.10 Dan jika perkumpulan itu merendahkanku, maka kehormatanku akan berkurang; dan jika kehormatanku berkurang, maka kekayaanku pun akan berkurang.

dn4:26.11 Karena kekayaan kami diperoleh melalui kehormatan.

dn4:26.12 Akan tetapi, jika aku, Tuan Gotama, ketika sedang berada di dalam kereta, mengangkat tongkat pengendali, sudilah Tuan Gotama menganggap bahwa aku telah turun dari kereta.

dn4:26.13 Dan jika aku, Tuan Gotama, ketika sedang berada di dalam kereta, menurunkan payung, sudilah Tuan Gotama menganggap bahwa aku telah memberi hormat dengan kepala.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.