‹
DN 4

Soṇadaṇḍasutta

Soṇadaṇḍa Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 4
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn4:10.1 Sementara itu, Brahmana Soṇadaṇḍa duduk sambil terus diliputi berbagai keraguan. Ia berpikir:

dn4:10.2 “Jika aku mengajukan pertanyaan kepada Petapa Gotama,

dn4:10.4 ‘Brahmana, pertanyaan itu tidak seharusnya diajukan demikian, melainkan seharusnya diajukan begini,’ maka kumpulan orang ini akan merendahkanku,

dn4:10.5 dengan berkata: ‘Brahmana Soṇadaṇḍa ini bodoh, tidak cakap, ia tidak mampu mengajukan pertanyaan kepada Petapa Gotama dengan benar.’

dn4:10.6 Jika kumpulan orang ini merendahkanku, maka kemasyhuranku pun akan merosot.

dn4:10.7 Dan jika kemasyhuran seseorang merosot, kekayaannya pun akan merosot.

dn4:10.8 Sebab kekayaan kami diperoleh melalui kemasyhuran.

dn4:10.9 Dan jika Petapa Gotama bertanya kepadaku, dan aku tidak dapat memuaskan pikirannya dengan jawaban atas pertanyaan itu,

dn4:10.10 dan jika Petapa Gotama kemudian berkata kepadaku:

dn4:10.11 ‘Wahai Brahmana, pertanyaan ini tidak seharusnya dijawab demikian, melainkan harus dijawab begini,’ maka orang banyak ini akan menghinaku:

dn4:10.12 ‘Brahmana Soṇadaṇḍa ini bodoh dan tidak cakap, ia tidak mampu memuaskan pikiran Petapa Gotama dengan jawaban atas pertanyaannya.’

dn4:10.13 Dan jika orang banyak ini menghinaku, maka kemasyhuranku akan merosot.

dn4:10.14 Dan jika kemasyhuranku merosot, maka kekayaanku pun akan berkurang.

dn4:10.15 Sebab kekayaan kami diperoleh melalui kemasyhuran.

dn4:10.16 Oh, sekiranya Petapa Gotama bertanya kepadaku tentang warisan guru kami dalam tiga Veda! Pastilah aku dapat memuaskan pikirannya dengan jawabanku.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.