Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 4
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang brahmana terpelajar, yang awalnya diliputi kekhawatiran akan gengsi, perlahan-lahan membuka diri terhadap gagasan bahwa status sejati tidak ditentukan oleh kelahiran atau pengetahuan kitab suci, melainkan oleh kualitas batin. Dialog ini menunjukkan kebijaksanaan Buddha dalam membimbing seseorang tanpa memaksakan, melainkan membiarkan lawan bicaranya menemukan sendiri kebenaran.
Brahmana Soṇadaṇḍa, yang awalnya ragu untuk menemui Buddha karena khawatir kehilangan kehormatan, akhirnya pergi bersama rombongan brahmana ke Campā. Dalam dialog yang dipandu Buddha, Soṇadaṇḍa secara bertahap mengakui bahwa kelahiran, penampilan, dan penguasaan Veda bukanlah penentu sejati seorang brahmana, melainkan moralitas dan kebijaksanaan. Buddha kemudian menjelaskan makna moralitas dan kebijaksanaan dalam kerangka ajaran-Nya, yang membuat Soṇadaṇḍa berlindung dan mengundang Buddha serta Saṅgha untuk menerima dana makanan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn4:1.2 Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang berkelana di negeri Aṅga bersama dengan sejumlah besar Saṅgha para bhikkhu, yaitu sekitar lima ratus bhikkhu, dan tiba di Campā.
dn4:1.3 Di sana, Sang Bhagavā menetap di tepi Kolam Teratai Gaggarā.
dn4:1.4 Pada saat itu, brahmana Soṇadaṇḍa berdiam di Campā. Campā adalah wilayah kerajaan yang diberikan oleh Raja Seniya Bimbisāra dari Magadha sebagai anugerah kerajaan dan pemberian suci kepada brahmana, penuh dengan makhluk hidup, kaya akan rumput, kayu, air, dan biji-bijian.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.