12. Suhadamitta
12. Sahabat yang Baik Hati
12. Good-Hearted Friends
Khotbah kepada Sigālaka
Sutta ini adalah salah satu khotbah Buddha yang paling praktis dan membumi, berbicara langsung tentang kehidupan sehari-hari seorang perumah tangga. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah ritual sederhana menjadi panduan etika yang mendalam tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang-orang di sekitar kita.
Sigālaka, seorang pemuda yang setiap pagi memberi hormat kepada enam penjuru mata angin mengikuti pesan ayahnya, bertemu dengan Buddha. Buddha mengajarkan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, menghormati enam penjuru berarti menjalankan tanggung jawab etis dalam hubungan sosial: terhadap orang tua, guru, istri dan anak, sahabat, pelayan, serta para petapa dan brahmana. Khotbah ini juga memaparkan empat perbuatan noda, empat alasan berbuat jahat, enam pemborosan harta, serta ciri-ciri teman palsu dan sahabat sejati.
12. Suhadamitta
12. Sahabat yang Baik Hati
12. Good-Hearted Friends
“Cattārome, gahapatiputta, mittā suhadā veditabbā.
“Anak perumah tangga, engkau harus mengenali empat sahabat yang baik hati ini:
“Householder’s son, you should recognize these four good-hearted friends:
Upakāro mitto suhado veditabbo, samānasukhadukkho mitto suhado veditabbo, atthakkhāyī mitto suhado veditabbo, anukampako mitto suhado veditabbo.
penolong, sahabat dalam suka dan duka, penasihat, dan orang yang penuh belas kasih.
the helper, the friend in good times and bad, the counselor, and the one who’s sympathetic.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.