‹
DN 2

Sāmaññaphalasutta

Samaññaphala Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 2
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah salah satu diskursus terpanjang dan terpenting dalam Digha Nikaya. Bacalah dengan perlahan, bayangkan Anda sedang duduk di pendopo bersama raja yang gelisah, dan ikuti alur penjelasan Buddha yang disusun secara sistematis dan mendalam tentang apa arti sebenarnya dari kehidupan pertapaan yang membuahkan hasil.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Raja Ajātasattu dari Magadha, di malam purnama yang indah, merasa gelisah dan ingin mencari ketenangan batin. Ia bertanya kepada para menterinya tentang petapa atau brahmana yang layak dikunjungi. Setelah mendengar usulan tentang enam guru terkenal, ia akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Buddha atas saran Jīvaka. Di hadapan Buddha, ia menceritakan kekecewaannya atas jawaban para guru lain tentang 'buah kehidupan pertapaan yang terlihat langsung', lalu Buddha menjelaskan berbagai tingkatan buah tersebut, mulai dari kebebasan seorang budak hingga pencapaian pengetahuan tertinggi yang mengakhiri kekotoran batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn2:8.0 2. Pembahasan dengan Jīvaka Komārabhacca

dn2:8.1 Pada saat itu, Jīvaka Komārabhacca sedang duduk dengan tenang tidak jauh dari raja.

dn2:8.2 Kemudian Raja Ajātasattu dari Magadha, putra Videhi, berkata kepada Jīvaka Komārabhacca:

dn2:8.3 "Tetapi, sahabatku Jīvaka, mengapa engkau diam?"

dn2:8.4 "Baginda, Bhagavā, Yang Maha Suci, yang telah mencapai penerangan sempurna, sedang berdiam di kebun mangga milikku bersama dengan Saṅgha besar yang terdiri dari 1.250 bhikkhu.

dn2:8.5 Dan tentang Bhagavā itu, tersiar kabar baik yang demikian:"

dn2:8.6 ‘Sungguh, Yang Bhagavā adalah Yang Maha Suci, Yang telah mencapai penerangan sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, Yang sempurna menempuh jalan, Yang mengetahui alam semesta, pembimbing tiada tara bagi makhluk yang layak dilatih, guru para dewa dan manusia, Yang telah mencapai kebuddhaan, Yang Bhagavā.’

dn2:8.7 Semoga Yang Mulia Raja menghaturkan penghormatan kepada Bhagavā.

dn2:8.8 Semoga dengan menghaturkan penghormatan kepada Bhagavā, pikiran Yang Mulia Raja menjadi tenteram.”

dn2:8.9 “Kalau begitu, sahabatku Jīvaka, siapkanlah gajah-gajah tunggangan.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.