‹
DN 27

Aggaññasutta

Aggaññasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 27
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 27

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan asal-usul tatanan sosial dan ukuran sejati kemuliaan manusia. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab hinaan para brahmana dengan sebuah narasi kosmologis yang mendalam dan mencerahkan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dua pemuda brahmana, Vāseṭṭha dan Bhāradvāja, yang telah meninggalkan kehidupan rumah tangga untuk menjadi bhikkhu, menceritakan kepada Buddha bagaimana mereka dicaci oleh para brahmana karena dianggap meninggalkan kasta terbaik. Buddha menjawab dengan menunjukkan bahwa klaim superioritas berdasarkan kelahiran tidak berdasar, karena kebaikan dan keburukan dapat ditemukan di semua kasta. Beliau kemudian menuturkan kisah asal-usul dunia dan masyarakat manusia, yang dikenal sebagai Aggañña, untuk menunjukkan bahwa sistem kasta bukanlah tatanan abadi, melainkan berkembang dari kondisi sosial, dan yang terbaik di antara manusia adalah mereka yang sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, bukan mereka yang lahir di kasta tertentu.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn27:11.1 But the single mass of water at that time was utterly dark.

dn27:11.2 The moon and sun were not found, nor were stars and constellations, day and night, months and fortnights, years and seasons, or male and female. Beings were simply known as ‘beings’.

dn27:11.3 After a very long period had passed, the earth’s nectar curdled in the water.

dn27:11.4 It appeared just like the curd on top of hot milk-rice as it cools.

dn27:11.6 It was beautiful, fragrant, and delicious, like ghee or butter.

dn27:11.7 And it was as sweet as pure dwarf-bee honey.

dn27:11.9 Now, one of those beings was reckless.

dn27:11.10 Thinking, ‘Oh my, what might this be?’ they tasted the earth’s nectar with their finger.

dn27:11.11 They enjoyed it, and craving was born in them.

dn27:11.12 And other beings, following that being’s example, tasted the earth’s nectar with their fingers.

dn27:11.13 They too enjoyed it, and craving was born in them.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.