Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 26
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah sebuah cerita yang epik dan visioner. Bersiaplah untuk menyelami kisah tentang raja-raja legendaris, siklus naik-turunnya peradaban, dan ramalan tentang masa depan, sambil merenungkan bagaimana semua itu terhubung dengan ajakan sederhana di awal khotbah: jadikan dirimu dan Dhamma sebagai pelitamu.
Sang Buddha membuka khotbah dengan ajakan untuk berdiam dengan diri sendiri dan Dhamma sebagai pelita serta perlindungan. Beliau kemudian menceritakan kisah Raja Daḷhanemi, seorang raja pemutar roda, dan bagaimana putranya yang baru dinobatkan gagal menjalankan tugas mulia seorang raja pemutar roda dengan sempurna, sehingga memicu kemerosotan moral yang beruntun, memperpendek umur manusia, dan membawa dunia menuju masa kekacauan. Setelah masa kemunduran terendah, manusia mulai kembali melakukan kebajikan, yang memulihkan umur dan keindahan mereka, hingga akhirnya muncul Raja Saṅkha dan Buddha Metteyya di masa depan. Sutta ditutup dengan penegasan kembali tentang pentingnya berdiam dengan diri sendiri sebagai pelita dan penjelasan tentang pertumbuhan kualitas bagi para bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Tīsu dhammesu vepullaṁ gatesu ime dhammā vepullamagamaṁsu, amatteyyatā apetteyyatā asāmaññatā abrahmaññatā na kule jeṭṭhāpacāyitā.
Ketika tiga hal itu menjadi meluas, hal-hal ini menjadi meluas: tidak menghormati ibu, tidak menghormati ayah, tidak menghormati para pertapa dan brahmana, serta tidak menghormati para sesepuh dalam keluarga.
and lack of due respect for mother and father, ascetics and brahmins, and failure to honor the elders in the family.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 26 · Khotbah tentang Raja Pemutar Roda | Tiga Keranjang