Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 26
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah sebuah cerita yang epik dan visioner. Bersiaplah untuk menyelami kisah tentang raja-raja legendaris, siklus naik-turunnya peradaban, dan ramalan tentang masa depan, sambil merenungkan bagaimana semua itu terhubung dengan ajakan sederhana di awal khotbah: jadikan dirimu dan Dhamma sebagai pelitamu.
Sang Buddha membuka khotbah dengan ajakan untuk berdiam dengan diri sendiri dan Dhamma sebagai pelita serta perlindungan. Beliau kemudian menceritakan kisah Raja Daḷhanemi, seorang raja pemutar roda, dan bagaimana putranya yang baru dinobatkan gagal menjalankan tugas mulia seorang raja pemutar roda dengan sempurna, sehingga memicu kemerosotan moral yang beruntun, memperpendek umur manusia, dan membawa dunia menuju masa kekacauan. Setelah masa kemunduran terendah, manusia mulai kembali melakukan kebajikan, yang memulihkan umur dan keindahan mereka, hingga akhirnya muncul Raja Saṅkha dan Buddha Metteyya di masa depan. Sutta ditutup dengan penegasan kembali tentang pentingnya berdiam dengan diri sendiri sebagai pelita dan penjelasan tentang pertumbuhan kualitas bagi para bhikkhu.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Demikianlah, para bhikkhu, ketika harta tidak diberikan kepada mereka yang tidak punya, kemiskinan menjadi meluas. Ketika kemiskinan telah meluas, pencurian menjadi meluas, senjata menjadi meluas, pembunuhan menjadi meluas, kebohongan menjadi meluas, dan fitnah menjadi meluas. Ketika fitnah telah meluas, perbuatan seksual yang salah menjadi meluas. Dan bagi makhluk-makhluk yang di antara mereka perbuatan seksual yang salah telah meluas, umur mereka pun berkurang, dan kecantikan mereka pun berkurang.
And so, mendicants, from not providing money to the penniless, poverty, theft, swords, killing, lying, and backbiting became widespread. When backbiting was widespread, sexual misconduct became widespread. And for the sentient beings among whom sexual misconduct was widespread, their lifespan and beauty declined.
Bagi mereka yang umurnya berkurang dan kecantikannya berkurang, manusia yang berumur sepuluh ribu tahun memiliki anak-anak yang berumur lima ribu tahun.
Those people who lived for 10,000 years had children who lived for 5,000 years.
Ketika umur dan kecantikan manusia yang berumur lima ribu tahun itu semakin berkurang, sebagian anak-anak mereka berumur dua ribu lima ratus tahun, dan sebagian lainnya berumur dua ribu tahun.
Those people who lived for 5,000 years had some children who lived for 2,500 years, while others lived for 2,000 years.
Ketika umur dan kecantikan mereka semakin berkurang, manusia yang dahulu berumur lima ratus tahun memiliki sebagian anak yang berumur dua ratus lima puluh tahun, dan sebagian lainnya berumur dua ratus tahun.
Those people who lived for five hundred years had some children who lived for two hundred and fifty years, while others lived for two hundred years.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
DN 26 · Khotbah tentang Raja Pemutar Roda | Tiga Keranjang