dn26:12.1 Para bhikkhu, orang-orang mendengar tentang hal ini:
dn26:12.2 ‘Konon, Tuan-tuan, raja memberikan harta kepada siapa pun yang mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut mencuri!’
dn26:12.3 Setelah mendengar, mereka berpikir:
dn26:12.4 ‘Bagaimana jika kita juga mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut mencuri?’
dn26:12.5 Kemudian, para bhikkhu, seorang pria mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut mencuri.
dn26:12.6 Mereka menangkapnya
dn26:12.7 dan membawanya menghadap raja yang telah dinobatkan itu, sambil berkata,
dn26:12.8 ‘Yang Mulia, orang ini mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut mencuri.’
dn26:12.9 Ketika hal itu dikatakan, para bhikkhu, raja yang telah dinobatkan itu berkata kepada orang tersebut,
dn26:12.10 ‘Benarkah, hai manusia, engkau mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut mencuri?’
dn26:12.11 ‘Benar, Yang Mulia.’
dn26:12.12 ‘Apa alasannya?’
dn26:12.13 ‘Yang Mulia, aku tidak dapat bertahan hidup.’
dn26:12.14 Kemudian, para bhikkhu, raja yang telah dinobatkan dengan upacara penaburan air itu berpikir:
dn26:12.15 ‘Jika aku memberikan harta kepada siapa pun yang mengambil milik orang lain yang tidak diberikan, yang disebut pencurian, maka pencurian ini akan semakin meningkat.
dn26:12.16 Sebaiknya aku memberikan hukuman yang tegas kepada orang ini, memusnahkannya sampai ke akar-akarnya, dan memenggal kepalanya.’
dn26:12.17 Kemudian, para bhikkhu, raja yang telah dinobatkan dengan upacara penaburan air itu memerintahkan para pengawalnya:
dn26:12.18 ‘Hai, para pengawal, ikatlah orang ini dengan tali yang kuat, kedua lengannya diikat erat ke belakang, cukurlah kepalanya, kelilingilah ia dari jalan ke jalan dan dari persimpangan ke persimpangan dengan genderang yang keras, lalu bawa ia keluar melalui gerbang selatan, dan di sebelah selatan kota berikanlah hukuman yang tegas, musnahkanlah ia sampai ke akar-akarnya, dan penggallah kepalanya.’
dn26:12.19 ‘Baik, Baginda,’ para pengawal itu menjawab kepada raja yang telah dinobatkan dengan upacara penaburan air itu, lalu mereka mengikat orang itu dengan tali yang kuat, kedua lengannya diikat erat ke belakang, mencukur kepalanya, mengelilinginya dari jalan ke jalan dan dari persimpangan ke persimpangan dengan genderang yang keras, membawanya keluar melalui gerbang selatan, dan di sebelah selatan kota mereka memberikan hukuman yang tegas, memusnahkannya sampai ke akar-akarnya, dan memenggal kepalanya.

