‹
DN 25

Udumbarikasutta

Udumbarikasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 25
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 25

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan sebuah perdebatan yang menegangkan antara Buddha dan seorang pengembara yang sombong. Perhatikan bagaimana Buddha menggunakan pertanyaan lawannya sendiri untuk mengajarkan Dhamma, dan bagaimana Beliau secara bertahap membimbing dari praktik lahiriah menuju pemurnian batin yang mendalam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sutta ini berkisah tentang kunjungan perumah tangga Sandhāna ke tempat berkumpul para pengembara yang dipimpin Nigrodha. Saat itu, Nigrodha dengan sombong meremehkan kemampuan Buddha. Buddha, yang mendengar percakapan itu dari kejauhan, datang dan dengan bijaksana membalikkan keadaan. Beliau tidak langsung membela diri, melainkan mengajak Nigrodha berdiskusi tentang praktik pertapaan mereka sendiri, menunjukkan kekurangan-kekurangannya, lalu mengarahkan pada pemurnian batin yang sejati hingga mencapai puncak kehidupan spiritual.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn25:9.1 “Tetapi bagaimana, Bhante, Sang Bhagavā mengatakan bahwa bahkan pertapaan yang sempurna demikian pun memiliki banyak kekotoran?”

dn25:9.2 “Di sini, Nigrodha, seorang pertapa menjalankan praktik pertapaan. Ia merasa puas dengan pertapaan itu, pikirannya terpenuhi.

dn25:9.3 Bahwa, Nigrodha, seorang pertapa menjalankan praktik pertapaan, dan ia merasa puas dengan pertapaan itu, pikirannya terpenuhi—

dn25:9.4 ini pun, Nigrodha, merupakan kekotoran pada seorang pertapa.

dn25:9.5 Lebih lanjut lagi, Nigrodha, seorang pertapa menjalankan praktik pertapaan. Karena pertapaan itu, ia meninggikan dirinya sendiri dan merendahkan orang lain.

dn25:9.6 Dan lagi, Nigrodha, seorang petapa yang menjalankan praktik pertapaan, karena pertapaan itu ia meninggikan dirinya sendiri dan merendahkan orang lain.

dn25:9.7 Ini pun, Nigrodha, merupakan noda pada seorang petapa.

dn25:9.8 Selanjutnya, Nigrodha, seorang petapa menjalankan praktik pertapaan. Karena pertapaan itu, ia menjadi mabuk, tergila-gila, dan jatuh dalam kelengahan.

dn25:9.9 Dan lagi, Nigrodha, seorang petapa yang menjalankan praktik pertapaan, karena pertapaan itu ia menjadi mabuk, tergila-gila, dan jatuh dalam kelengahan.

dn25:9.10 Ini pun, Nigrodha, merupakan noda pada seorang petapa.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.