dn25:18.0 2.4. Tentang Mencapai Kayu Lunak
dn25:18.1 “Tetapi, Bhante, sampai di manakah pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu mencapai puncak dan inti sarinya?
dn25:18.2 Sudilah kiranya, Bhante, Bhagavā membimbing saya mencapai puncak dan inti sari dari pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu.”
dn25:18.3 “Nigrodha, di sini, seorang pertapa hidup dengan terkekang dalam empat pantangan.
dn25:18.4 Dan bagaimanakah, Nigrodha, seorang pertapa hidup dengan terkekang dalam empat pantangan? …pe…
dn25:18.5 Akan tetapi, Nigrodha, ketika seorang petapa telah terkekang oleh kekangan empat sila, maka baginya hal itu menjadi pencapaian pertapaan.
dn25:18.6 Ia berusaha maju dan tidak mundur kembali.
dn25:18.7 Ia mendatangi tempat tinggal yang sunyi …
dn25:18.8 Ia meninggalkan kelima rintangan ini, kekotoran batin yang melemahkan kebijaksanaan.
dn25:18.9 Dengan batin yang dipenuhi cinta kasih …
dn25:18.10 dengan hati yang dipenuhi welas asih …
dn25:18.11 dengan hati yang dipenuhi kegembiraan …
dn25:18.12 Ia berdiam dengan melimpahkan pikiran yang dipenuhi keseimbangan, yang luas, agung, tanpa batas, tanpa kebencian, tanpa niat jahat.
dn25:18.13 Ia mengingat berbagai kehidupan lampaunya, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran, banyak kappa penyusutan dunia, banyak kappa pengembangan dunia, banyak kappa penyusutan dan pengembangan dunia. Ia mengingat: ‘Di sana aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, makanan demikian, mengalami suka dan duka demikian, dan berakhir usia demikian. Setelah meninggal dari sana, aku muncul di tempat lain. Di sana pun aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, makanan demikian, mengalami suka dan duka demikian, dan berakhir usia demikian. Setelah meninggal dari sana, aku terlahir di sini.’ Demikianlah ia mengingat berbagai kehidupan lampaunya beserta ciri-ciri dan perinciannya.
dn25:18.14 Bagaimana menurutmu, Nigrodha,
dn25:18.15 jika demikian, apakah pertapaan yang menjijikkan itu murni atau tidak murni?”
dn25:18.16 “Tentu saja, Bhante, jika demikian, pertapaan yang menjijikkan itu adalah murni, bukan tidak murni, dan telah mencapai puncak serta inti sarinya.”
dn25:18.17 “Tidak, Nigrodha, dengan demikian saja pertapaan yang menjijikkan itu belum mencapai puncak dan inti sarinya;
dn25:18.18 melainkan baru mencapai kayu lunaknya.”

