dn25:15.1 Selanjutnya, Nigrodha, seorang petapa ketika Yang Tathāgata atau siswa Yang Tathāgata membabarkan Dhamma, ia menyetujui cara yang sah yang patut diterima …
dn25:15.2 Demikianlah ia murni dalam hal itu.
dn25:15.3 Selanjutnya, Nigrodha, seorang petapa tidak pemarah dan tidak berdendam.
dn25:15.4 Karena, Nigrodha, seorang petapa tidak pemarah dan tidak berdendam, demikianlah ia murni dalam hal itu.
dn25:15.5 Selanjutnya, Nigrodha, seorang petapa tidak suka mencela dan tidak merendahkan …
dn25:15.6 tidak iri hati dan tidak kikir …
dn25:15.7 tidak licik dan tidak menipu …
dn25:15.8 tidak keras kepala dan tidak sombong …
dn25:15.9 tidak berkeinginan jahat dan tidak tunduk pada keinginan-keinginan jahat …
dn25:15.10 tidak berpandangan salah dan tidak memiliki pandangan yang melekat pada ekstrem …
dn25:15.11 tidak terikat pada pandangannya sendiri, tidak memegang erat, dan mudah melepaskannya.
dn25:15.12 Karena, Nigrodha, seorang petapa tidak terikat pada pandangannya sendiri, tidak memegang erat, dan mudah melepaskannya.
dn25:15.13 Demikianlah ia murni dalam hal itu.
dn25:15.14 Bagaimana menurutmu, Nigrodha,
dn25:15.15 jika demikian, apakah praktik pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu murni atau tidak murni?”
dn25:15.16 “Tentu saja, Bhante, jika demikian, praktik pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu murni, bukan tidak murni; ia telah mencapai puncak dan inti sarinya.”
dn25:15.17 “Tidak, Nigrodha, dengan demikian praktik pertapaan yang menjijikkan terhadap dosa itu belum mencapai puncak dan inti sarinya.
dn25:15.18 melainkan baru sampai pada taraf tunas.”

